Mengawali Agustus ini ada banyak hal yang ingin aku ceritakan sebenarnya. Entah perihal pekerjaan yang kadang membuatku berpikir "sampai kapan aku bisa bertahan". Perihal teman-teman yang sudah menjadi tulang punggung dan diri masih saja tulang tulung, hubungan asmara yang begitu-begitu saja, soal pertanyaan bertubi-tubi "tentang nikah" yang kadang membuatku sesak meski diri sudah berusaha untuk bodoh amat.
Jalanan yang aku lewati pagi hari dan menjelang senja menjadi saksi, bagaimana kerasnya diri ini bertarung dengan isi kepala di sepanjang jalan. Sampai pada titik dimana aku ingin pergi ke tempat dimana tidak ada satupun orang yang mengenal. Apakah aku yang kurang bersyukur atau memang dunia ini semakin kejam.
Dulu aku hanya mengandalkan si kuda besi dan BBM penuh, keliling kota Jogja tanpa arah tujuan tiba-tiba sampai Kota Solo. Asing di kota orang tidak membuat diri ini kesepian. Kesepian dan suka sepi itu dua hal yang berbeda, dan aku menyukai sepi itu sendiri. Duduk sendiri di tengah keramaian, menyaksikan hiruk pikuk keramaian kota dan itu sangat menyenangkan.
Saat ini yang ingin kulakukan adalah berpergian sendiri ke tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, semacam me time dengan versiku sendiri.
Tapi aku rasa dari kota tercinta ku ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sekedar berpergian ke daerah lain. Hanya bisa menikmati keindahan sudut kota ini yang aku harap bisa sedikit mengobati rasa rinduku kepada kota istimewa di seberang sana.
Beberapa bulan ini aku berusaha untuk mengenal seseorang lebih dalam, tapi yang kutemukan hanya komunikasi satu arah. Aku yang tidak suka basa-basi jujur aku sering kehabisan topik pembicaraan. Terkadang aku langsung "to the point" seperti tiba-tiba mengirim pesan "Besok sibuk gak, ke nikahan yuuk?". Apakah itu terkesan tidak sopan ?
Tapi jujur aku lebih suka seperti itu, tidak suka basa-basi. Pertanyaan "sudah makan belum?" kayak heyyy, dia sudah gede kalo lapar ya makan. Iya ga siih ??
Kenapa gak "Besok sibuk gak, kita ke sini yuk?"
Ada gak siih hubungan seperti itu ?
Saling memiliki satu sama lain, dan tau hatinya untuk siapa. Atau hubungan yang seperti ini hanya ada dalam hayalanku saja?
Maaf ya jika tulisan ini jadi berbelit-belit.. intinya aku sedang mengagumi seseorang yang aku belum tau bagaimana cara mengenalnya lebih dalam. Kalian tau kan yang aku katakan sebelumnya, komunikasi satu arah terkesan seperti wawancara dan aku banyak tanya. Sungguh canggung dan garing yang aku rasakan, bagaimana dengan dia apa tidak ilfiil.?
Aku kadang sedikit terganggu dengan centang biru yang aku terima, kamu sedang sibuk atau aku tidak sepenting itu untuk mu. Tapi aku selalu mengarah ke pilihan pertama, "kamu sedang sibuk". Setidaknya bisa sedikit menenangkan bukan, haha.
Aku belum berani bertanya, kenapa ?
Apakah itu cara mu untuk menjauh, atau memang saat itu kamu sedang sibuk saja.
Entah kapan aku bisa menanyakan hal itu, tapi aku berterima kasih untuk semuanya. Aku harap kamu tetap baik-baik saja dimana pun kamu berada. Tetaplah menjadi versi terbaik dirimu.
~kon
Comments
Post a Comment