Sudah setahun lebih aku di Sumbawa, tepatnya bulan Juni kemaren aku setahun di Sumbawa. Semenjak kepulangan ini aku banyak belajar, menjadi pribadi yang lebih sabar dan banyak diamnya. Aku juga manusia biasa yang tidak jauh dari keluh kesah. Hanya saja tak pernah aku tunjukkan di depan manusia lainnya.
Kamu kok gak pernah ngeluh? Heiii, kata siapa aku gak pernah ngeluh. Tembok kamar jadi saksi atas keluh kesahku. Aku yang sekarang mengeluh bukan untuk menyalahkan takdir atau siapapun, tapi lebih ke bertanya kepada diri sendiri.
Apa yang salah denganku, apakah bahuku sekuat itu, ini akhirnya akan seperti apa, kenapa kelahiran dibawahku banyak yang nikah muda, kenapa aku susah buka hati lagi, apakah dunia sedang tidak baik-baik saja, kenapa seperti ini, kenapa seperti itu. Ya seperti itulah keluh kesah anak muda ini.
Sebelumnya aku banyak mainnya, dulu gajian cuma numpang lewat karena menurutku daerah jawa terlalu indah untuk tidak di jelajahi walaupun jaraknya lumayan jauh. Tak pernah mempermasalahkan jarak, karena ada orang-orang terdekat yang selalu menemani dan gak pernah ngeluh kalo diajak perjalanan jauh naik motor.
Aku disini seperti tidak tahu harus kemana, buktinya ke pantai saja aku males-malesan padahal dekat. Dan jujur saja sekarang aku RINDU manusia-manusia itu. Manusia tidak ribet dan gampang diajak jalan. Waktu itu kalo mau jalan tinggal jalan. Sekarang aku banyak diamnya.
Mungkin mereka akan berpikir aku berubah, tidak!! Aku masih sama, hanya saja banyak hal-hal yang aku alami hingga pada akhirnya kamu temukan diriku yang seperti ini. Contoh kecilnya, kuakui dulu aku fast respon saat di chat, tapi sekarang buka chat aja malas-malasan.
Aku yang sekarang mungkin terlalu mencintai diriku sendiri sampai tak ada gairah mendekati perempuan. Mungkin jiwaku sudah terlalu lama dengan kebebasan, rasanya susah sekali membuka hati takutnya malah aku yang menyakiti.
Tak ingin ada masalah, malas berurusan dengan siapapun. Kayak gak ada gunanya juga, buat apa. Aku orangnya memang pendiam, gak banyak ngomong. Kalo ada yang bilang aku cuek, berarti orang itu belum dekat denganku, udah gitu aja.
Aku juga risih ada orang sok tau tentang aku, teman dekatku saja yang lebih tahu gak pernah berkomentar. "Ini hidupku, kamu gak perlu repot buat ngurusin ya, kamu tahu namaku, tapi tidak tahu cerita dan hidupku jadi jangan sok tau". Rasanya ingin ku teriaki kalimat itu di telinganya.
Tuhan itu baik banget ya. Buktinya aku selalu di pertemukan dengan orang-orang baik. Rezeki itu bukan hanya uang, tapi bisa bentuk lain seperti kesehatan, di pertemukan dengan orang-orang baik, dan di permudahkan segala urusan.
Dunia sekarang seperti kehilangan arah, banyak berita-berita yang tak jelas. Membesarkan kasus baru untuk menutup kasus yang sudah ada. Entahlah, seperti tak ada ujung.
Semenjak injeksi menjadi syarat bepergian, masyarakat dengan terpaksa harus mengikuti aturan. Sejak saat itu badan jadi gampang sakit. Dikit-dikit flu, demam, batuk. Kenapaaa???
Kita doakan saja semoga dunia baik-baik saja.
Jujur, ingin banget bepergian jauh lagi. Tapi untuk sekarang, itu hanya sekedar ingin..
...
Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Tetaplah sehat disana, dimanapun, dan kapanpun.
Comments
Post a Comment