Sumbawa, 07 Agustus 2022 Aku bersama teman lama tepatnya tetangga samping rumah, kita keliling sumbawa seperti turis asing yang baru masuk sumbawa. Kenapa ? Karena semenjak kita kuliah di kota orang, sumbawa sudah banyak perubahan dan sudah terlalu banyak yang kita lewatkan sampai terasa begitu asing dengan tempat kelahiran sendiri.
Semongkat dengan airnya yang dingin, dan monyetnya yang banyak. Haha, sepertinya kita kesana untuk melihat monyet, tidak ada pemandangan yang bisa di nikmati. Karena memang orang-orang kesana untuk mandi. Tidak lama disana kita pulang, sorenya menikmati senja di ai lemak. Senja yang begitu indah dan tanpa aku sadari ternyata "dia" juga menikmati senja yang sama denganku.
Malamnya aku dan teman ke salah satu kedai kopi, serasa namanya. Kita hanya duduk santai sebentar karena sumbawa memang udaranya sedang dingin-dinginnya. Ketika aku akan beranjak pulang, "dia" whatsapp, woy dimana ? Singkat saja, karena memang orangnya tidak banyak bicara. Chat kalo penting aja. Dia lebih senang dengan pertemuan dari pada chat gak jelas tiap hari.
Malam itu langsung saja aku kesana, tepatnya di taman mangga pojok kantor bupati sumbawa, kita bertemu lagi setelah setahun lebih pura-pura sibuk dengan dunia kita masing-masing. Kamu yang tak berubah, selalu menatapku seperti itu, tatapan yang menenagkan. Tapi aku terlalu malu untuk menatapmu lebih lama dan lebih dalam. Entahlah, aku takut. Aku yang begitu datar, dingin dan kamu dengan public speaking yang sangat bagus. Kok bisa kamu tahan berteman denganku, haha.
Singkat saja ya ceritanya, aku gak mau banyak omong juga. haha, bye.

Comments
Post a Comment