Skip to main content

Yogyakarta (Candi Ijo)

Yogyakarta, Candi Ijo, 24 Desember 2017, maafkan aku kalo tanggalnya salah ya. Ada sedikit cerita tentang tempat ini. Jadi gini, hari itu aku lagi dirumah teman karena kakaknya bakalan nikah. Sorenya aku mau pulang ke kosan. Lalu dia, sebut saja habut keluar dari rumah itu dan bertanya, mau kemana ?
Refleks aja ku jawab mau jalan-jalan, ikut ? (padahal tidak ada rencana sama sekali mau kemana)
Saat dia jawab, Iya ikut. Sempat mikir juga, sore begini jalan kemana ya, masa iya ngajakin dia keliling kota gak jelas.

Yang aku tahu dia suka dengan alam. Senja dan Pantai itu yang aku tahu. Selebihnya aku tidak tahu apa-apa, dia tidak pernah cerita. Haha
Singkat cerita kita pergi naik motor, aku bilang "kita ke candi yuk, lihat senja". Aku tidak tahu dia berekspektasi seperti apa, tapi aku harap senjanya bagus. Sepanjang perjalanan aku selalu lihat posisi matahari, berharap saat sampai di lokasi, senjanya belum tenggelam.

Sampai disana orang sudah ramai dengan tujuan yang sama (melihat senja) dan tentu saja dengan pasangan masing-masing. Aku si manusia pemalu ini dihadapkan dengan keramaian seperti itu agak sedikit canggung, tapi berhubung punya sedikit sikap cuek yaudah aku anggap aja mereka gak ada disitu.

Sedikit lega saat melihat matanya berbinar melihat pemandangan yang indah sore itu. Senja yang begitu sempurna terbenam secara perlahan. Seingatku itu kali pertama jalan bareng, setelah hampir 10 tahun hanya kenal, tahu nama, tidak begitu dekat dan tentu saja hanya melihat dari jauh saja itupun kalo ketemu di jalan. Entahlah, aku kenal dia dari SD hanya sekedar kenal, dan gak nyangka juga mau diajak jalan waktu itu.

Senjanya begitu indah bukan ? kalo kalian bisa lihat, mata si ibu itu sangat berbinar melihat senja. Terima kasih candi ijo, sore itu sangat indah dan tidak mengecewakan. Dan tentu saja itu bukan jalan-jalan yang terakhir, masih ada jalan-jalan berikutnya dan yang aku suka dari perempuan satu ini, orangnya gak ribet dan jarang sekali aku lihat dia ngeluh atau banyak drama, walaupun kita naik motor dan jalan kaki cukup jauh. Yang aku lihat dia sangat menikmati setiap perjalanan.

Udah dulu ya nanti kita lanjut lagi...

Comments

  1. momen yang sepertinya akan selalu jadi kenangan di dalam diri seumur hidup. terma kasih karena sudah ngajakin ke sana, semoga cukup jadi alasan untuk saling mendoakan dan saling support untuk kebahagiaan masing-masing di hari ini dan hari-hari yang akan datang <3

    ReplyDelete
  2. semoga aku, kamu dan kita semua selalu sehat dimana pun berada. tetap rendah hati ya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hanya Gabut

Hi... Apa kabar? Semoga kamu, aku dan kita tetap sehat ya.. Akhir-akhir ini banyak manusia yang merasakan "malaise" (istilah medis untuk menggambarkan perasaan lelah, tidak nyaman, dan kurang enak badan yang tidak diketahui apa penyebabnya. Entah karena cuaca yang tidak menentu atau ada faktor lain. Aku harap kita semua selalu sehat dan tetap dalam lindungan-Nya. Oh ya, tadi malam angin di Sumbawa begitu kencang, bagaimana di daerah kalian ? Tapi akhir-akhir ini cuaca memang tak menentu, siang begitu panas, malam begitu dingin, begitu pun dengan sikap mu. Eh, kok jadi ke arah sana, hahaa.. Tidak usah terlalu serius ya, aku juga nulis ini karena lagi gabut aja di kantor. Bingung juga mau ngapain, hehe.. Aku punya beberapa pertanyaan random untuk kalian yang baca tulisan ini. Kalau tiba-tiba punya kekuatan bisa menghilang selama sehari, apa yang akan kamu lakukan? Kalau kamu bisa menjelajahi waktu, bakal pergi ke masa lalu atau masa depan? Apa hal yang paling kamu takuti, tapi ...

Sedikit Keluh

Sudah setahun lebih aku di Sumbawa, tepatnya bulan Juni kemaren aku setahun di Sumbawa. Semenjak kepulangan ini aku banyak belajar, menjadi pribadi yang lebih sabar dan banyak diamnya. Aku juga manusia biasa yang tidak jauh dari keluh kesah. Hanya saja tak pernah aku tunjukkan di depan manusia lainnya. Kamu kok gak pernah ngeluh?  Heiii, kata siapa aku gak pernah ngeluh. Tembok kamar jadi saksi atas keluh kesahku. Aku yang sekarang mengeluh bukan untuk menyalahkan takdir atau siapapun, tapi lebih ke bertanya kepada diri sendiri. Apa yang salah denganku, apakah bahuku sekuat itu, ini akhirnya akan seperti apa, kenapa kelahiran dibawahku banyak yang nikah muda, kenapa aku susah buka hati lagi, apakah dunia sedang tidak baik-baik saja, kenapa seperti ini, kenapa seperti itu. Ya seperti itulah keluh kesah anak muda ini. Sebelumnya aku banyak mainnya, dulu gajian cuma numpang lewat karena menurutku daerah jawa terlalu indah untuk tidak di jelajahi walaupun jaraknya lumayan jauh. Tak per...