Hai..
Aku mau cerita sedikit...
Sore ini, di jalan kabupaten dekat rumah aku enggak sengaja ketemu dengan seseorang yang dulu begitu dekat dan sekarang kita seperti ada tembok pembatas. Entah apa maksud Tuhan mempertemukan aku dengannya sore ini. Sudah satu tahun aku di sumbawa semenjak aku pulang dari jogja, kota yang sampai sekarang selalu aku rindukan.
Sore ini, di jalan kabupaten dekat rumah aku enggak sengaja ketemu dengan seseorang yang dulu begitu dekat dan sekarang kita seperti ada tembok pembatas. Entah apa maksud Tuhan mempertemukan aku dengannya sore ini. Sudah satu tahun aku di sumbawa semenjak aku pulang dari jogja, kota yang sampai sekarang selalu aku rindukan.
Semenjak aku di Sumbawa aku tidak pernah bertemu dengannya. Tapi aku pernah papasan dengan dia di jalan. Pertama kali aku papasan di gang depan rumahnya dan dia gak sadar kalo yang lewat itu aku. Kedua kalinya di simpangan dekat pom atas (kalo orang sumbawa pasti tahu) tapi aku jelaskan ya, jadi pom atas itu nama yang sering disebut orang sumbawa karena letaknya di dataran tinggi dekat gerbang masuk kota sumbawa atau bahasa sumbawanya dekat "lawang desa".
Kembali lagi ke ceritanya, jadi aku ketemu dia di simpangan itu sama cowok yang tidak perlu aku jelaskan siapa itu. Dan yang ketiga sore ini, entah kamu sadar atau tidak tapi dari bahasa tubuh kamu sepertinya sadar dan mengenali aku walau aku memakai masker. Tapi waktu itu klakson motor ku mendadak tidak mau berbunyi, terkesan aku seperti cuek dan tidak peduli, tapi enggak kok.
Ingin sekali rasanya bertemu dan menyapamu, sekedar menanyakan kabar. Tapi membayangkannya saja aku sudah merasa canggung. Entahlah, semoga kita bisa menjadi teman baik, memang begitu seharusnya.
Singkat saja, terima kasih sudah mau membaca cerita yang tidak penting ini.

Comments
Post a Comment