Skip to main content

Privy ID (Yogyakarta)

Setelah lulus kuliah, aku memasukkan lamaran ke berbagai perusahaan. Ada saja lowongan penipuan yang mengatasnamakan perusahaan ternama. PT. WIKA, BNI, BRI, PT. GARUDA INDONESIA dan perusahaan ternama lainnya yang tidak perlu aku sebut. Aku pernah dapat panggilan interview di perusahaan tersebut. Tentu saja pertama aku percaya, tapi setelah aku baca lagi surat panggilan interview, "loh kok gini, kayak ada yang janggal".


Mulai dari alamat email sudah mencurigakan, masa iya perusahaan ternama menggunakan layanan email dari google (gmail). Kemudian di persyaratan yang menurut aku itu indikasi penipuan, dimana kita diwajibkan memesan tiket di agen yang sudah di sediakan dan uang akomodasi akan digantikan ditempat interview.

Oh ya, tempat interview pasti di kota lain, misalnya kita di jogja maka interview bisa di jakarta atau di bali. Memang mereka terniat sih buat loker begitu. Dan rata-rata email panggilan interview yang aku dapat dari perusahaan ternama tersebut isinya hampir sama semua dan aku menyimpulkan itu penipuan. Kemudian aku memutuskan untuk melamar pekerjaan yang berlokasi di kota tempat aku kuliah saja. Singkat cerita aku dapat panggilan interview yang berlokasi di Yogyakarta.

Rintangan pertama saat aku pergi interview, di tengah perjalanan hujan turun dengan lebatnya dan mengharuskan aku untuk berteduh di teras toko. Hampir saja aku memutuskan untuk tidak melanjutkan berangkat interview waktu itu dikarenakan hujan yang begitu lebatnya. Tapi aku memutuskan untuk menerobos hujan itu, karena waktu interview sebentar lagi.

Memang rencana Allah diluar dugaan, aku pergi interview dengan pakaian yang tentu saja sudah basah. Setelah ikut tes dan interview dengan badan yang sedikit menggigil karena pakaian basah dan AC di kantor itu yang lumayan dingin, akhirnya aku diterima.
PrivyID (Privy Quarter) merupakan startup tanda tangan digital asal Yogyakarta yang didirikan pada tahun 2016 dengan misi menghadirkan teknologi yang memberikan identitas tunggal dan terintegrasi secara universal didunia digital bagi penggunanya. Tanda tangan digital Privy ID menerapkan teknologi kleptography asimetris dipadukan dengan hardware penyimpanan grade militer.

Konsep ini membuatnya tak bisa dipalsukan. Mampu mendeteksi setiap perubahan yang terjadi pada dokumen serta mewakili identitas setiap penandatangan dengan khusus. Bapak CEO Privy ID, Marshall Pribadi. Itu sedikit penjelasan mengenai PrivyID, selebihnya kalian bisa lihat di internet ya.

PrivyID yang berlokasi di Jl. Imogiri Barat ini adalah perusahaan pertama tempat aku bekerja. Pengalaman pertamaku di dunia kerja bertemu dengan orang-orang baru dengan berbagai macam karakter. Suasana dikantor ini sangat nyaman, ada tempat nongkrong yang kekinian (gratis minuman tiap hari saat kerja), kamar tempat istirahat, ruangan tempat istirahat dengan LED TV yang cukup besar dilengkapi dengan PlayStation. Ruangan sholat, pantry dan tempat olahraga. 

Betah banget pokoknya dikantor ini, fasilitasnya cukup lengkap dan kekinian banget untuk anak muda. Aku yang pemalu ini cukup canggung bertemu dengan orang baru. Tapi untungnya aku easy going, aku orangnya fleksibel menurutku sih begitu. Walaupun sebelumnya sudah dapat pengalaman dari kantor-kantor tempat aku "Kerja Praktek" dulu saat masih kuliah. Perusahaan ini adalah tempat pertama aku mendapatkan pengalaman kerja setelah lulus kuliah. Terima kasih PrivyID, terima kasih Jogja ❤

Comments

Popular posts from this blog

Hanya Gabut

Hi... Apa kabar? Semoga kamu, aku dan kita tetap sehat ya.. Akhir-akhir ini banyak manusia yang merasakan "malaise" (istilah medis untuk menggambarkan perasaan lelah, tidak nyaman, dan kurang enak badan yang tidak diketahui apa penyebabnya. Entah karena cuaca yang tidak menentu atau ada faktor lain. Aku harap kita semua selalu sehat dan tetap dalam lindungan-Nya. Oh ya, tadi malam angin di Sumbawa begitu kencang, bagaimana di daerah kalian ? Tapi akhir-akhir ini cuaca memang tak menentu, siang begitu panas, malam begitu dingin, begitu pun dengan sikap mu. Eh, kok jadi ke arah sana, hahaa.. Tidak usah terlalu serius ya, aku juga nulis ini karena lagi gabut aja di kantor. Bingung juga mau ngapain, hehe.. Aku punya beberapa pertanyaan random untuk kalian yang baca tulisan ini. Kalau tiba-tiba punya kekuatan bisa menghilang selama sehari, apa yang akan kamu lakukan? Kalau kamu bisa menjelajahi waktu, bakal pergi ke masa lalu atau masa depan? Apa hal yang paling kamu takuti, tapi ...

Yogyakarta (Candi Ijo)

Yogyakarta, Candi Ijo, 24 Desember 2017, maafkan aku kalo tanggalnya salah ya. Ada sedikit cerita tentang tempat ini. Jadi gini, hari itu aku lagi dirumah teman karena kakaknya bakalan nikah. Sorenya aku mau pulang ke kosan. Lalu dia, sebut saja habut keluar dari rumah itu dan bertanya, mau kemana ? Refleks aja ku jawab mau jalan-jalan, ikut ? (padahal tidak ada rencana sama sekali mau kemana) Saat dia jawab, Iya ikut. Sempat mikir juga, sore begini jalan kemana ya, masa iya ngajakin dia keliling kota gak jelas. Yang aku tahu dia suka dengan alam. Senja dan Pantai itu yang aku tahu. Selebihnya aku tidak tahu apa-apa, dia tidak pernah cerita. Haha Singkat cerita kita pergi naik motor, aku bilang "kita ke candi yuk, lihat senja". Aku tidak tahu dia berekspektasi seperti apa, tapi aku harap senjanya bagus. Sepanjang perjalanan aku selalu lihat posisi matahari, berharap saat sampai di lokasi, senjanya belum tenggelam. Sampai disana orang sudah ramai dengan tujuan yang sama (melih...

Sedikit Keluh

Sudah setahun lebih aku di Sumbawa, tepatnya bulan Juni kemaren aku setahun di Sumbawa. Semenjak kepulangan ini aku banyak belajar, menjadi pribadi yang lebih sabar dan banyak diamnya. Aku juga manusia biasa yang tidak jauh dari keluh kesah. Hanya saja tak pernah aku tunjukkan di depan manusia lainnya. Kamu kok gak pernah ngeluh?  Heiii, kata siapa aku gak pernah ngeluh. Tembok kamar jadi saksi atas keluh kesahku. Aku yang sekarang mengeluh bukan untuk menyalahkan takdir atau siapapun, tapi lebih ke bertanya kepada diri sendiri. Apa yang salah denganku, apakah bahuku sekuat itu, ini akhirnya akan seperti apa, kenapa kelahiran dibawahku banyak yang nikah muda, kenapa aku susah buka hati lagi, apakah dunia sedang tidak baik-baik saja, kenapa seperti ini, kenapa seperti itu. Ya seperti itulah keluh kesah anak muda ini. Sebelumnya aku banyak mainnya, dulu gajian cuma numpang lewat karena menurutku daerah jawa terlalu indah untuk tidak di jelajahi walaupun jaraknya lumayan jauh. Tak per...